Lipat Spion Ninja 250 Ketika Berkendara, Ketika Virus Alay Merambah Kaum Ninja 250


Lipat spion, hanya untuk ketika parkir dan melewati jalan sempit

Orang-orang yang tidak peduli keselamatan di dunia otomotif dikenal sebagai Alay . Karena yang paling sering melanggar dan tidak mengindahkan keselamatan dalam berkendara biasanya adalah anak-anak yang belum dewasa secara fisik dan mental. Tapi bukan berarti selalu anak-anak yang menjadi pelanggar karena banyak juga orang tua yang tidak peduli terhadap keselamatan berkendara diri sendiri dan orang lain.

Dewasa dalam berkendara berarti peduli terhadap keselamatan, tidak perlu piranti keselamatan yang mahal dan terkenal untuk bisa disebut sebagai orang yang peduli, cukup piranti kemanan yang lengkap , dan motor dalam kondisi yang baik dan lengkap, lalu ditambah juga perilaku selama berkendara yang sopan dan tidak merugikan orang lain. Jika sudah maka anda bebas dari sebutan Alay Bermotor.

Buka Spion lebar-lebar ketika akan melakukan perjalanan

Kembali ke judul, cukup memprihatinkan bahwa diatas 50 persen pengguna Ninja 250 melipat spionnya selama berkendara, banyak yang mengira ini diakibatkan karena banyaknya pengendara muda yang sudah dibelikan Ninja 250 oleh orang tuanya . Hal itu tidak sepenuhnya benar, kembali ke definisi diatas, Alay tidak harus muda, jika sudah tua tapi belum memiliki sifat dewasa terutama di jalan maka masih pantas kita sebut Alay dalam berkendara. Mengendarai motor yang berdimensi cukup lebar dan memiliki tenaga diatas rata-rata ini membutuhkan tanggung jawab yang cukup besar juga. Jika tidak hati-hati, anda bisa saja membahayakan diri sendiri dan orang lain. Salah satu piranti yang mendukung keselamatan dalam berkendara adalah Spion, karena sangat dibutuhkan pengawasan terhadap objek yang ada dibelakang pengendara dan hal itu tidak bisa dilakukan dengan menoleh kebelakang, karena pandangan kedepan akan hilang beberapa saat, yang justru menimbulkan bahaya lain. Jadi kesimpulan sementara adalah, fungsi Spion itu mutlak dan tidak tergantikan.

 

Kesan On-Board-View lebih gagah ketika spion dibuka.

Lalu bagaimana kata mereka yang masih melipat spionnya ?

Berikut saya kumpulkan alasan-alasan yang kerap muncul ketika ditanya mengapa spion mereka dilipat.

1. Terlalu lebar, susah untukselap-selip dalam kondisi jalanan padat.

2. Mengurangi Estetika Motor.

3. Gampang tergores karena cukup lebar.

4  Mengurangi Aerodinamika motor

Berikut juga tanggapan dari alasan-alasan diatas.

1. Ini salah satu alasan yang paling umum, Ninja 250 bukanlah motor untuk selap-selip. Bukan hanya spion yang membuat Ninja 250 tidak bisa selap-selip, tetapi ukuran dimensinya memang tidak diciptakan untuk melakukan hal itu. Inilah yang menjadi salah satu bukti bahwa banyak pengguna Ninja 250 yang mindset-nya masih menggunakan motor kecil. Daripada selap-selip motor jadi rawan lecet, lebih baik sabar saja ketika sudah berada di jalanan, anggap saja kita sedang mengendarai mobil. Kalau memang terburu-buru maka solusinya bukanlah naik motor yang memiliki dimensi cukup besar ini.

2. Kalau estetika atau kecantikkan motor itu relatif, ada sebagian yang memandang Spion Ninja 250 sebagai perusak desain, tetapi ada juga yang menganggapnya sebagai pendukung estetika motor itu. Sebagaimana piranti keselamatan itu dibuat untuk keselamatan, maka desain bukanlah faktor utama. Untuk apa desain bagus tapi tidak fungsional ? Bisa kita lihat di motor-motor modifikasi yang lebih mengutamakan desain tetapi tidak fungsional sebagai motor jalanan. Ingat sekali lagi, ini adalah motor bukan benda pajangan. Kalau memang Ninja 250 mau dibuat secantik mungkin sebaiknya hanya menjadi pajangan. Bisa kita lihat contoh motor-motor yang lebih mahal lagi, selama itu dibuat untuk jalanan maka pabrikkannya akan memasang spion, secantik apapun desain motor itu ketika tidak memakai spion.

Dari belakang, Ninja 250 yang buka Spion terlihat semakin lebar dan gagah.

3. Inilah alasan juga mengapa Kawasaki membuat Spion Ninja 250 hanya dengan bahan plastik kasar dan tidak dicat, karena bagian ini memang disiapkan untuk menghadapi goresan. Selain itu fungsinya juga sebagai patokkan jarak aman motor, ketika melewati jalanan yang cukup sempit, atau lalu lintas  yang padat.

4. Faktor aerodinamika memang sangat diperhatikan dalam balapan, tetapi ini adalah motor jalanan, dimana antisipasi sangat dibutuhkan dibanding ketika balapan. Jika balapan kita tidak perlu untuk sering-sering mengawasai daerah belakang kita, cukup konsentrasi dengan keadaan didepan. Sedangkan di jalan raya, keadaan belakang harus rutin dipantau agar kita lebih waspada dan mempersiapkan segalanya, seperti ketika ada kendaraan yang akan menyalip, biasanya dia akan memberi tanda berupa klakson atau lampu. Tanpa spion kita susah untuk mengetahui keberadaan kendaraan yang akan menyalip ini.

Kalau memang bukan untuk dilipat, kenapa Kawasaki menyediakan mekanisme Spion yang bisa dilipat ?

Banyak juga yang menyayangkan kenapa Kawasaki menyediakan spion yang bisa dilipat. Tujuannya jelas, untuk mengurangi dimensi Ninja 250 ketika parkir di tempat yang agak sempit, sama dengan mobil yang spionnya bisa dilipat. Maka dari tujuan pembuatan sebenarnya sudah baik, bukan untuk memuaskan hasrat para Alay yang tidak suka pakai spion.

“Motor gue, semau gue dong !”

Menggunakan spion dijalanan bukan hanya menyelamatkan diri sendiri, tapi juga menyelamatkan orang lain. Kegunaan spion adalah memantau kondisi jalan dibelakang. Ketika tidak kita perhatikan, dan kita pindah jalur seenaknya, maka kecelakaan sangat mungkin terjadi, dan kecelakaan ini akan merugikan orang lain juga. Mereka sudah berkendara dengan sebaik-baiknya, tapi tetap terkena dampak dari alay egois yang hanya memperhatikan diri sendiri ketika dijalanan. Masih mau jadi manusia yang menyusahkan manusia lainnya ?
Mati itu sudah diatur sama yang diatas, jadi terserah gue mau pake spion apa enggak, nantinya gue mati itu juga panggilan Yang Maha Kuasa.

Segalanya memang sudah diatur sama Tuhan Yang Maha Esa, tetapi ada satu kewajiban manusia yaitu ikhtiar/usaha. Mengindahkan keselamatan dalam berkendara itu termasuk ikhtiar/usaha kita untuk bisa selamat dari kematian. Jadi sama saja orang yang tidak mengindahkan keselamatan dalam berkendara itu bunuh diri, dan matinya bukan karena panggilan Tuhan Yang Maha Esa tapi karena keinginannya untuk mati sebelum waktunya. Jadi bisa kita simpulkan juga, yang melipat spion itu sudah bosan hidup, dan ingin segera mengakhiri hidupnya.

 

 

 

Categories: Uncategorized | 7 Comments

Post navigation

7 thoughts on “Lipat Spion Ninja 250 Ketika Berkendara, Ketika Virus Alay Merambah Kaum Ninja 250

  1. ane gak pernah melipat spion lho :D walau banyak yg menjudge saya alay cuma gara2 ban saya yg depan kecil… tau apa mereka? :mrgreen:

  2. tyonugra

    slah satunya ya pengaruh sinetron abg, rider ninja pd lipet spion n nggak pake helm, ap kata dunia :evil:

  3. kalo jawaban gw cuma 1 bro

    “motor2 dia, mau di apain terserah dia, dia yg beli kok, knp anda yg ribut? iri tanda tak mampu”

    • Kalau dia mencelakai orang lain gimana ? Dan bisa jadi itu kebetulan anda, saya atau keluarga kita ?

  4. Stuju banget bro.. krna gua udah kebiasaan gunain spion jadi untuk nyelap-nyelip ga masalah. jdi lebih waspada di jalan dan lebih enjoy

    • Betul ! Spion kalaupun nyenggol gak akan rusak parah(kecuali nabrak kenceng ya :mrgreen:) sekaligus sebagai bagian terlebar dari motor buat menghindari fairing keserempet. Jadi kalau kita nyenggol yang kena spion bukan fairing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 330 other followers

%d bloggers like this: