
Avenger FR with My First Guitar
Jawaban dari post saya sebelumnya adalah Schecter Damien Elite Avenger FR.
Untuk sementara ini dulu, Review menyusul di waktu luang saya.
Sekian dan terima kasih
October 25, 2011

Avenger FR with My First Guitar
Jawaban dari post saya sebelumnya adalah Schecter Damien Elite Avenger FR.
Untuk sementara ini dulu, Review menyusul di waktu luang saya.
Sekian dan terima kasih
October 23, 2011
Yap… setelah kemarin saya sempet main-main ke Tiga Negeri Alam Sutera, dan disambut dengan baik oleh pemiliknya(salah satu toko musik yang reccomended nih). Saya datang terus bilang “Mau nyoba-nyoba gitar.” namun langsung dibilang sama pemiliknya “Oh, silahkan. Sama saya mah gak beli juga gak apa-apa”
. Sebuah sambutan yang baik.

Dari sekian banyak merk disana, saya hanya tertarik mencoba varian Schecter, karena yang paling dominan disitu ya Schecter. Sebenernya ada 1 varian Ibanez RG 350(tapi masih yang Edge III belum Edge Zero II) dan 1 Fender Strat Mexico. Tapi entah kenapa feeling saya lebih pingin nyoba Schecter. Langsung disediakan Roland Cube 15 XL sama pemiliknya. Saya hanya mencoba 3 gitar(malu juga dong enggak beli tapi nyobanya banyak).
Diantara ketiga gitar itu ada satu yang saya sangat tertarik. Setelah pulang dari sana saya langsung mengajukan permintaan saya kepada orang tua karena gitar saya sekarang memang sudah lama sekali saya pakai, sekitar 5 tahun lebih. Dan Alhamdulillah di setujui. Namun sayangnya hari Minggu ini Tiga Negeri tutup. Jadi rencananya mau saya ambil hari senin.
Berikut ciri-ciri gitarnya :
- Floyd Rose Special( 1 grade dibawah Original Floyd Rose)
Ini Floyd Rose Special sudah saya coba dan memang jauh lebih enak dibanding Licensed Floyd Rose OEM nya Schecter. Terasa lebih rigid.
- Active Pickup EMG 81/85
- Headstock Lurus
- Body Lancip tapi bukan bentuk Super Strat dan Flying V. (Hayolo
)
- Inlay nya Gothic Cross( Tapi gak ada tulisan S Y N – nya
)
Kira-kira gitar apakah yang akan menggantikan gitar pertama saya ? Kita tunggu tanggal mainnya.
October 2, 2011
Beam Pattern atau Pola Pencahayaan pada lampu, seringkali tidak kita terlalu pedulikan, asal terang ya sudah, Padahal namanya saja pola, berarti seharusnya ada pola yang dibuat dengan tujuan-tujuan tertentu. Pabrikkan mendesain alat penerangan tidak asal tempel saja, tapi harus memperhatikan hal-hal tertentu dalam pembuatannya. Kalau tidak percaya, silahkan liat mobil-mobil, walaupun headlampnya sama antara kiri dengan kanan, tapi pola cahayanya pasti tidak simetris(Sudah dibuktikkan di Yaris dan Jazz).
Beam Pattern yang Ideal
Pola pencahayaan haruslah bisa membantu pengelihatan kita di saat malam hari, tapi juga tidak mengganggu pengelihatan orang lain terutama dari arah yang berlawanan. Maka pola pencahayaan yang baik, memang tidak akan simetris antara kiri dengan kanan. Pola yang baik bisa kita lihat di lampu dengan lensa proyektor, perpotongannya sangat rapih antara kiri dengan kanan. Karena kita di Indonesia dan menganut jalur kiri, maka beam pattern harus jauh(tinggi) di kiri dan rendah di kanan.
Walaupun bukan menggunakan proyektor dan cuman 1 bulb tapi sudah terbentuk pattern-nya namun pastinya kalah rapih dan fokusnya dengan proyektor. Hal ini juga seharusnya jadi pertimbangan ketika mau membeli lampu jenis proyektor, jangan sampai cuman ngejar prestige nya saja, tapi ternyata tidak sesuai dengan jalanan disini.
September 8, 2011
Beginilah tampilan utama si Windows Live Writer, sekilas memang tidak berbeda jauh dengan Microsoft Word, namun Themes yang digunakan sudah persis dengan blog saya. Hebatnya si Windows Live Writer ini, dia bakal download tema blog kita lalu dijadikan template, sehingga saat posting, seperti langsung menulis di Blog Page nya. Bahkan si WordPress sendiri gak menyediakan cara post yang seperti itu. Windows Live Writer bisa digunakan kalau kita lagi tidak ada koneksi Internet, maka cukup simpan draft postnya yang diketik melalui Windows Live Writer nanti akan kita upload kalau sudah ada koneksi Internet.
Banyak sekali blog yang di support oleh si Windows Live Writer, bahkan ada opsi bikin blog juga buat yang masih awam
. Memberikan gambar di post juga cukup menarik disini, karena tersedia efek-efek yang untuk sekarang belum ada di Wordpdress. Watermark juga bisa ditambahkan melalui software ini untuk menghindari pembajakkan hak cipta gambar. Saat ingin di publish, barulah si WLW ini mengupload post sekaligus gambar-gambar yang ada di dalamnya.Saat publish pun si WLW akan meminta password account blog untuk menjaga keamanan jika ada orang lain yang berusaha untuk ngepost di blog kita dengan program ini.
Saat memasukkan gambar, kita bisa sekalian memberi watermark(untuk copyright) lalu efek-efek gambar(Ex : Shadow, Frame, etc). Ada juga fitur Map(dari Bing) yang bisa dimasukkan ke dalam postingan untuk menunjukkan suatu lokasi(sayangnya koneksi saya lagi lemot, loading map nya lama
)
Emoticon juga tersedia dari si WLW ini, berikut daftar emoticonnya:
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
Kekurangan dari software ini adalah tidak adanya opsi untuk memberi jenis “Categories” dalam post. Kalau Tag sih masih bisa, tapi saya lebih suka pakai categories
. Lalu opsi Caption untuk Image juga tidak ada.
Tapi overall, saya jadi lebih suka nge post dari sini dibanding dari web WordPressnya sendiri. Jadi untuk para blogger lain, ayo download aplikasi gratis ini, buka msn.com. Sepaket sama tools Windows Live lainnya(Messenger, Mail,etc)
Windows Live Writer dapat : ![]()
![]()
![]()
![]()
(5 of 5 Stars
)
September 5, 2011
Hari ini saya sempatkan untuk melakukan servis ringan buat si Ninin Merah, gara-gara kemarin habis isi penuh Shell, tiba-tiba motor enggak mau langsam(kemungkinan besar karbu banjir). *Sebelumnya maaf gak sempet foto-foto ![]()
Awalnya saya ingin sarapan dulu sebelum servis, kebetulan di komplek ruko yang sama, pas saya lewat itu Motorave masih sepi sekali. Setelah makan saya buru-buru ke Motorave untuk daftar antrian, syukur-syukur dapet giliran pertama.
Ternyata, ketika saya sampai disana sudah ada 3 motor nangkring di bagian bengkelnya, 2 N250R dan 1 N150RR. Belum lagi yang di parkiran juga cukup banyak. Langsung nyesel kenapa gak daftarin dulu baru makan
.
Masuk, langsung daftarin. STNK dan Kunci diminta untuk ditinggal(bingung juga kenapa STNK harus ditinggal
) Untung karcis parkir masih di saya, jadi gak bisa dibawa-bawa keluar ruko deh sama mekaniknya. Ternyata saya dapet antrian ke Tujuh, dan ada 1 antrian servis besar(Alamat motor harus seharian disana nih). Awalnya ditanya mau servis apa. Lalu saya jawab servis ringan tanpa perlu mengganti oli karena oli saya masih baru ganti(Memang sudah 2 bulan, tapi seringnya motor cuman didiamkan dirumah saja karena SMA saya boarding sehingga tidak bisa dipakai motornya). Lalu saya bilang minta tolong untuk beritahu kalau sudah giliran motor saya, soalnya mau ngobrol sama mekaniknya tentang gejala karbu banjir kemarin. Si receptionist nya bilang siang paling sudah selesai.
Sekitar jam 12 lewat telfon tak kunjung datang, akhirnya saya dan Bapak saya datang kesana untuk memastikan keadaan motor saya. Ternyata masih berada di parkiran depan dan tampaknya belum tersentuh sama sekali. Ternyata mekanik masih pada istirahat. Akhirnya keluhan motor saya dijelaskan saja ke receptionistnya(masih orang yang sama) untuk diberitahu ke mekaniknya. Ketika sedang perjalanan pulang saya lihat ada Ninja 250 merah yang dibawa oleh mekanik ke Motorave. Yang katanya mekanik istirahat, kok bisa sambil bawa motor orang?(saya inget banget motor itu tadi ada di bengkel urutan awal-awal.)
Sekitar jam 4 kurang saya di telfon oleh Motorave bahwa motor sudah selesai, dengan servis dan PENGGANTIAN OLI. Aneh, saya sudah pesan untuk tidak dilakukan penggantian oli. Tapi olinya diganti begitu saja karena kata si mekanik “Oli-nya sudah harus diganti.” Emang yang punya motor mekaniknya
? Ya sudah deh mungkin karena pesan saya soal motor susah di strater(indikasi karbu banjir) ditanggapi dengan penggantian oli. Untung saja oli yang kemarin cuman Shell Advance AX7, coba kemarin saya isi Oli Sintetik Mahal(mana harus dua botol lagi belinya). Bisa mencak-mencak saya oli bagus ditukar sama oli murah OEM Kawasaki yang harganya 28ribu per botolnya. Bebek Shogun saya aja ogah dikasih oli SGO. Pas ngambil motor udah pesimis ada peningkatan kondisi motor, gara-gara olinya. Saat saya ngambil motor, saya lihat ada satu unit KLX yang diinapkan. gara-gara gak dapet jatah antrian hari ini. Ya walaupun emang disana cukup ramai tapi kalau mau ada hal-hal yang diluar hak kuasa pihak bengkel sebaiknya di konfirmasikan ke pemilik dong, masa mau kalau saya minta kuras lagi terus balikkin oli saya yang lama.
Sekian, dan terima kasih
August 30, 2011
Automotive, My life, My Self, Product 1 Comment
Karena BT92F Radial saya sudah masuk waktunya untuk diganti, maka saya memutuskan untuk mengganti ban depannya dengan seri BT45 yang terkenal lebih awet. Dipilihlah ukuran 120/70 untuk menyeimbangkan ukuran belakang yang sudah naik 1 step juga(140/70).
Ban ini cukup susah dicari di daerah BSD, akhirnya saya memesan ke kenalan saya, dan kebetulan hari itu langsung bisa diambil, dengan harga hampir menyentuh 1 juta.
Saya memasang di Kawasaki Motorave BSD, walaupun memang sebenarnya si mekanik masang ban nya di bengkel lain(motor tetap di Motorave) termasuk di isi Nitrogen, di Motorave hanya bongkar pasang ke motornya saja.
Waktu keluar dari bengkel, saya langsung coba di jalanan ruko tempat Motorave itu dengan full throttle dari gigi satu sampai menyentuh 12ribu RPM, dan no problem. Tapi ketika jalan pelan, baru kerasa “Ini ban kok minta miring kiri miring kanan” Jadi geser body motor dikit, langsung kayak motornya minta dimiringin, dan terjadi hampir sepanjang jalan. Mungkin karena masih baru, sehingga lapisan lilinnya belum habis. Akhirnya motor saya pakai seharian. Besoknya gejala miring-miring sudah mulai berkurang, dan ternyata ini Ban mantap sekali. Pantas saja menjadi salah satu ban favorit pengguna roda dua, selain harganya yang tidak terlalu mahal, kualitas juga terjamin, karena sudah mengantongi sertifikasi DOT, tapi gak ada SNI nya(Namanya aja ban import
)
August 30, 2011
Gambar Pertama

Suzuki A-100 "Let The Good Times Roll"
Gambar Kedua

Kawasaki "Let The Good Times Roll"
Atau malah sama yang ini ?

Kalau ini mah Good Time aja
August 14, 2011
August 7, 2011
Automotive, Product 2 Comments
Low Beam
High Beam
Di potret dengan kamera HP murahan, jadi emang ngeblur, apa lagi gelap-gelap, sebenarnya itu bukan putih lampunya, masih standard bawaan, hanya karena faktor kamera saja jadi terlihat putih.
Lampu bawaannya adalah tipe H7 sehingga tiap bohlam hanya mengandung 1 filamen, maka harus dipisah antara bohlam high beam dan low beam. Saat high beam maka bohlam akan menyala keduanya, namun saat low beam hanya menyala salah satunya(sebelah kiri) tapi walaupun hanya satu bohlam, ternyata beam pattern nya bisa selebar mobil
. Masih bayangin, gimana yang pake lampu proyektor ya ?
Kayak yang ini

nb : Itu bukan punya saya ![]()
August 5, 2011
Lagi nyobain program baru nih, namanya Writer, biasanya kalau download Windows Live Essential 2011 dapet kok, sejenis aplikasi post editting buat blog yang udah terintegrasi dengan blognya sendiri.
Jadi………………………. TES!
Recent Comments